Titik puncak = (a, b) = (0,0). Titik fokus = (a + p, b) = (4, 0) Persamaan direktriks y = a - p = 0 - 4 = -4. Contoh soal persamaan parabola nomor 3. Tentukan titik puncak, titik fokus, persamaan sumbu simetri dan direktriks persamaan parabola y 2 = 8x. Pembahasan / penyelesaian soal.
SISTEM KOORDINAT SILINDER Titik dinyatakan dengan 3 buah koordinat , dan z P( , , z) Sistem Koordinat Silinder. Transformasi sistem koordinat Sistem Koordinat Silinder. Contoh Soal 1.3 : Diketahui titik-titik A(2, 3, - 1) dan B(4, - 50o, 2). Hitung jarak dari A ke B. Jawab : Untuk menentukan jarak dari A ke B atau RAB , titik B harus terlebih dahulu dinyatakan dengan sistem koordinat kartesian.
4. Definisi : Suatu padanan G dinamakan suatu geseran apabila ada ruas garis berarah ππΜ
Μ
Μ
Μ
sehinga setiap titik P pada bidang menjadi P' dengan G(P) = P' dan ππβ²Μ
Μ
Μ
Μ
Μ
=Μ ππ.Μ
Μ
Μ
Μ
Μ
Setiap ruas garis berarah menentukan sebuah translasi. Kalau ABΜ
Μ
Μ
Μ
suatu garis berarah maka dengan lambang GAB dimaksudkan sebagai sebuah geseran yang sesuai dengan ABΜ
Μ
Μ
Μ
.
Jadi, persamaan garis lurus yang melalui titik P (4,-2) dan Q (-1,3) adalah x + y - 2 = 0. 3. Persamaan garis lurus saling sejajar. Jika diketahui suatu garis sejajar dengan garis lain yang persamaannya diketahui, maka Quipperian harus mencari dahulu gradien garis yang diketahui persamaannya tersebut.
Pembahasan Karenatitik-titik A, B, dan C segaris maka berlaku AB = k β
AC . AB = = = = B β A β β 2 β 1 β 2 β β β β β β 1 5 4 β β β β 2 + 1 β 1 β 5 β 2 β 4 β β β β 3 β 6 β 6 β β AC = = = = C β A β β 3 p q β β β β β β 1 5 4 β β β β 3 + 1 p β 5 q β 4 β β β β 4 p β 5 q β 4 β β Akibatnya diperoleh
Halo Meta M, Jawabannya adalah opsi C Berikut penjelasannya ya Kita akan menjadikan titik P sebagai titik origin P koordinat, sehingga kita perlu menambah 4 untuk setiap x dan 5 untuk setiap y Sehingga: Titik K menjadi: K(2+4,4+5) = K(6,9) Titik L menjadi: L(6+4,1+5) = L(10,6) Titik M menjadi: M(5+4,-4+5) = M(9,1) Titik N menjadi: N(-3+4,6+5
Transformasi geometri atau sering disebut geometri adalah mengubah setiap koordinat titik (titik-titik dari suatu bangun) menjadi koordinat lainnya pada bidang dengan suatu aturan tertentu. Misalnya, transformasi T terhadap titik P (x,y) menghasilkan bayangan P' (',y')
XGWvE0.
diketahui titik p 4